Sabtu, 15 Agustus 2009

Sunan Giri

Keterangan :
Nama :
Sunan Giri
Asal :
Kerajaan Blambangan
Kesaktian :
Sewaktu Bayi Terhanyut Dilautan didalam peti.

Bermula pada kerajaan Blambangan dengan sang raja bernama Prabu Minak Sembuyu. Pada saat itu kerajaan Blambangan sedang dilanda wabah penyakit dan putri sang raja Dewi Sekar Dadu turut menderita penyakit.
Raja Blambangan mengadakan sayembara, "Barang siapa yang bisa menyembuhkan penyakit Dewi Sekar Dadu, ia akan dikawinkan dengan sang putrinya". Maka diundanglah Syekh Maulana Ishaq oleh raja Blambangan untuk menyembuhkan penyakit putrinya.

Syekh Maulana Ishaq berhasil menyembuhkan penyakit sang putri dengan syarat, kalau sang putri sembuh maka keluarga raja harus memeluk agama Islam. Raja setuju.

Usaha Syekh Maulana Ishaq dengan do'a nya berhasil menyembuhkan tuan putri sang raja, sesuai perjanjian maka dikawinkannya. Tetapi raja Blambangan ingkar janji ia tidak mau memeluk agama Islam. Lalu Syekh Maulana pulang ke negeri asalnya yaitu Samudera Pasai di Aceh bagian Utara. Saat itu purti sedang hamil tujuh bulan. Suaminya berpesan bila anaknya laki-laki kelak diberi nama Raden Paku. Lalu Dewi Sekar Dadu melahirkan bayi laki-laki lalu diberi nama Raden Paku yang lebih dikenal sebagai Sunan Giri.

Akan tetapi bayi tersebut singkirkan oleh raja Blambangan dimasukan ke peti dan di buang ke selat Bali. Didalam hanyutan lautan yang begitu luas peti tersebut terombang ambing terbawa arus dan ombak.
Ditengah lautan peti yang berisi bayi tersebut diangkut oleh Kapan yang melintas dan melihatnya, nahkoda kapal terheran bahwa peti yang diambilnya dari lautan didalamnya ada sosok bayi yang mungil.

Kapan tersebut batal berlayar dan kembali ke Gresik, disinilah bayi tersebut diberi nama Joko Samudera dan tumbuh menjadi dewasa.

Joko Samudera alias Sunan Giri ini dididik keagamaan oleh Sunan Ampel dan beberapa waktu berjalan Sunan Ampel mengetahui bahwa Joko Samudera adalah putera pamannya yang bernama Syekh Maulana Ishaq. Joko Samudera menyempatkan diri bertemu dengan ayahnya.

Dengan berkelana menimba ilmu keagamaan sampai ke Mekah, Sunan Giri kembali ke kerajaan Blambangan dan bertemu dengan raja Prabu Minak Sembuyu, raja terlihat senang bisa kembali betemu dengan cucunya, akhirnya agama Islam berkembang di kerajaan Blambangan.

1 komentar:

Hanapi jijayanp mengatakan...

Assalamualaikum Salam sejahtera untuk kita semua, Sengaja ingin menulis sedikit kesaksian untuk berbagi, barangkali ada teman-teman yang sedang kesulitan masalah keuangan, Awal mula saya mengamalkan Pesugihan Tanpa Tumbal karena usaha saya bangkrut dan saya menanggung hutang sebesar 750juta saya sters hamper bunuh diri tidak tau harus bagaimana agar bisa melunasi hutang saya, saya coba buka-buka internet dan saya bertemu dengan kyai ronggo, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama 3 hari saya berpikir, saya akhirnya bergabung dan menghubungi KYAI RONGGO KUSUMO kata Pak.kyai pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan penarikan uang gaib 3Milyar dengan tumbal hewan, Semua petunjuk saya ikuti dan hanya 1 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah akhirnya 3M yang saya minta benar benar ada di tangan saya semua hutang saya lunas dan sisanya buat modal usaha. sekarang rumah sudah punya dan mobil pun sudah ada. Maka dari itu, setiap kali ada teman saya yang mengeluhkan nasibnya, saya sering menyarankan untuk menghubungi kyai ronggo kusumo di 082349356043 situsnya www.ronggo-kusumo.blogspot.com agar di berikan arahan. Toh tidak langsung datang ke jawa timur, saya sendiri dulu hanya berkonsultasi jarak jauh. Alhamdulillah, hasilnya sama baik, jika ingin seperti saya coba hubungi kyai ronggo kusumo pasti akan di bantu