Senin, 20 Juli 2009

Dalihan Natolu

Diposting oleh Blogger di 14.14 0 komentar

Dalihan Natolu adalah sistem kekerabatan di masyarakat Mandailing, Angkola & Batak Toba. Dalihan (Tungku), Na (Nan), Tolu (3), jadi berarti Tungku Nan Tiga. Di Minangkabau ada “Tigo tungku Sajarangan”.
Pada puak Mandailing & Angkola, sistem kekerabatan ini adalah Kahanggi, anak boru, dan mora. Di Batak Toba, sistem kekerabatan ini meliputi, dongan sabutuha, boru, dan hula-hula.
Di Simalungun memakai sistem Tolu Sahundulan Lima Saodoraan. Bermakna Tiga sekedudukan, Lima sebarisan, meliputi Tondong yaitu pihak mertua (pemberi anak gadis), Boru yaitu pihak pengambil anak gadis, Sanina yaitu mengandung pengertian golongan semarga dengan seseorang, Tondong ni tondong ialah pihak besan, Boru ni boru atau boru mintori yaitu pihak anak gadis dari pengambil anak gadis.
Di Karo disebut Deliken Sitelu, meliputi Senina, Anak Beru, dan Kalimbubu. Sulang Silima pada Puak Pakpak –Dairi, meliputi Perisang-isang(Pembuka Acara), Pertulan tengah (saudara tengah), Perekur-ekur (saudara bungsu), Perbetekan/beru, dan Punca Niadep.
Di dalam setiap pesta adat, akan tampak jelas fungsi masing-masing. Disini tampak fungsi, hak dan kewajiban setiap elemen dari sistem kekerabatan ini. Sistem kekerabatan ini merupakan jatidiri yang tahu diri dalam menempatkan sesuai peran dan kedudukannya ditengan saudara sesuku.

Pustaha Laklak untuk Menambah ukuran Penis

Diposting oleh Blogger di 14.13 0 komentar

Ada beberapa bahan dalam satu kesatuan yang bisa digunakan untuk menambah ukuran penis, yaitu:
1. terong hutan, batangnya berdiri. diambil keseluruhan buah sebanyak 9
2. lintah kerbau 9
3. Belangkas 7 pasang
4. tangkur buaya, tidak boleh buaya tangkaran, 5, banyak dijual bebas
5. minyak bengkarung
6. Lado Jintan huma 25 buah
7. kulit kayu landoyung, diperas diambil air perasannya 3 gelas
8. kulit kayu bintungan, diperas diambil air perasannya 3 gelas
9. air kapuk randu, kapuk randu mengeluarkan air hanya pada pagi hari, potong batang yg berukuran sebesar bambu lemang seperti tombak lalu teteskan ke dalam periuk tanah (wadah dari tanah liat ) yg sudah dibaluri air kunyit. btw, air kapuk randu pd pagi/dini hari ini bs jg sebagai obat mata.
10. Daun Jarak Pagar 11 lembar
11. Daun Limau Nipis 14 lembar
12. Akar Sungkit
13. Liur
semua bahan dimasak dalam wadah tanah liat dengan minyak kelapa hijau sebanyak -/+ 2 kg. masak hingga mengeluarkan aroma yg sangat khas.
selelah masak dan didinginkan, tutup serapat rapatnya wadah td, peram didalam tanah selama 39 hari.
setelah itu, fermentasi yg harum ini bs olesi pada seluruh penis.
nb. kita yg tau ukuran penis masing masing, karenanya saat mengolesi sambil dipijet, ulangi pada daerah yg dianggap kurang besar; misalnya bila merasa kurang panjang maka olesi sambil menarik2 batang penis berulang2, jika kepala penis merasa kurang besar maka olesi berulang2 kepala penis.
Selamat mencoba penis baru

DAYOK BINATUR

Diposting oleh Blogger di 14.12 0 komentar

Di Masyarakat Simalungun, ada budaya menyuguhkan DAYOK BINATUR jika seseorang menempuh perjuangan hidup, keberhasilan atau malah jika terjadi semacam kesialan (Hangalan). Dayok Binatur adalah penganan terbuat dari seekor ayam kampung jantan yang diberi bumbu berupa perasan batang (holat) sejenis pohon; seperti pohon Sikkam, Landoyung atau Bintungan. Ayam disusun selayaknya ayam hidup dan disuguhkan agar semangat dan jiwa gaib (tondui) tidak melemah (malungun). Panganan khusus ini, sering juga disebut Dayok Holat atau Dayok naniura.
Susunan Dayok (na) Binatur, dulu berbeda setiap marga.

Jawa Batak

Diposting oleh Blogger di 14.11 0 komentar

Tanah Jawa adalah nama sebuah daerah di Kab. Simalungun. Bekas sebuah kerajaan yang bermarga Sinaga.
Sewaktu Singosari melancarkan Ekspansi Pamalayu, yaitu ekspedisi Pasukan Singosari untuk menguasai Melayu Sumatera, 1275–1293. Ekspansi ini mengerahkan sekian banyak pasukan dari jawa.
Ekspansi Pamalayu oleh Singosari dipimpin Kebo Anabrang yang didampingi oleh wakilnya, Indrawarman.
Karena operasi militer ini menempuh jarak yang jauh dari pusat pemerintahan Singosari serta kondisi lapangan yang cukup berdinamika. Akhirnya, ketika Kebo Anabrang kembali ke Pulau Jawa, Indrawarman tidak bersedia kembali ke Pulau Jawa. Loyalitas pasukanpun terbagi, ada yang mengikut Kebo Anabrang dan ada pula yang Kerasan tinggal di Sumatera bersama Indrawarman.
Selanjutnya Indrawarman dan pengikutnya "mendirikan" sebuah kerajaan Silou di Simalungun.
1339 datang pasukan Majapahit ke Sumatera di bawah pimpinan Adityawarman (putra R. Wijaya dengan Perempuan Melayu Sumatera bernama Dara Petak), menghancurkan Kerajaan Silou. Indrawarman tewas pada saat itu, dan selanjutnya Adityawarman mendirikan Kerajaan Pagaruyung.
Turunan Pasukan jawa yang mengikut Indrawarman inilah yang selanjutnya menjadi penguasa di wilayah yang di sebut Tanah Jawa (Tanoh Jawa/Jau) dan bermarga Sinaga Simalungun.

Pengenalan ilmu spiritual batak

Diposting oleh Blogger di 14.07 0 komentar

Masyarakat Rumpun Batak, dahulu, menggunakan tulisan hanya untuk:
1. Ilmu Supranatural (Hadatuon)
2. Surat (kebanyakan bentuk surat ancaman)
3. Bagi Orang Karo, simalungun dan Angkola-Mandailing, ada ditemukan karya Sastra berbentuk Ratapan (Orang Karo menyebutnya Bilang-Bilang, Simalungun: Suman-Suman, Angkola-Mandailing: Andung), Karya Sastra berbentuk ratapan ini biasa ditulis pada wadah bambu atau lidi tenun.
Prihal ilmu Supranatural (Hadatuon), dalam Pustaha Laklak bisa kita kelompokkan berbagai Ilmu-Ilmu Supranatural Batak, sbb:
1. Pangulubalang
2. Tunggal Panaluan
3. Pamunu Tanduk
4. Pamodilan/Tembak
5. Gadam
6. Pagar
7. Sarang Timah
8. Simbora
9. Songon
10. Piluk2
11. Tamba Tua
12. Dorma
13. Paranggiron
14. Porsili
15. Ambangan
16. Pamapai Ulu-ulu
17. Ramalan Perbintangan (Pormesa na Sampulu Duwa, Panggorda na Ualu, Pehu na Pitu, Pormamis na Lima, Tajom Burik, Panei na Bolon, Porhalaan, Ari Rojang, Ari na Pitu, Sitiga Bulan, Katika Johor, Pangarambui,dll)
18. Ramalan memakai Binatang (Aji Nangkapiring, Manuk Gantung, Aji Payung, Porbuhitan, Gorak-gorahan Sibarobat,dll)
19. Ramalan Rambu Siporhas, Panambuhi, Pormunian, Partimusan, Hariara masundung di langit, Parsopouan, Tondung, Rasiyan, dll

Banyak kita temukan ilmu untuk menyerang musuh dan santet. bisa dalam bentuk racun ataupun ilmu lainnya.
Kita contohkan saja:
PANGULUBALANG,
yaitu washilah yang dijadikan hulubalang Sang Datu (Dukun) untuk menghancurkan musuh dan mahluk gaib lainnya.
Seorg anak kecil diculik, lalu diasuh oleh si Datu. Segala maunya dituruti asal bisa patuh. Pada saat yang ditentukan, kemudian sianak dikorbankan, dgn cara dimasukkan kedalam mulutnya berupa cairan timah yang mendidih. Kemudian mayatnya dipotong-potong dan dicampur dgn beberapa ramuan dan dibiarkan membusuk. Air fermentasi yang keluar dari mayat anak tadi disimpan didalam cawan, lalu sisanya dibakar untuk mendapatkan abunya. Untuk memanggil Sianak yang sudah dikorbankan tadi, disiapkanlah patung. Patung inilah yg disebut Pangulubalang. Patung ini berfungsi untuk penolak bala, sedang datu bisa memanfaatkannya untuk disuruh menyerang musuh, berupa santet.
TUNGGAL PANALUAN,
berupa tongkat sakti yang dimiliki Datu-datu Batak, diyakini bahwa tongkat ini hidup dan bisa disuruh.
PAMUNU/PEMBUNUH TANDUK,
ilmu yg berfungsi untuk menetralkan ilmu kiriman lawan. bisa juga digunakan untuk menyerang musuh. ini berupa tanduk.
PAMODILAN/TEMBAK,
adalah ilmu yg digunakan untuk menembak musuh baik dengan menggunakan senjata (bodil) maupun dengan syarat atau tabas-tabas (mantra) tanpa menggunakan senjata.
GADAM,
ilmu racun sehingga kulit musuh akan seperti penderita kusta.

PAGAR (PENOLAK BALA),
Okultisme Batak ini, dibuat dari berbagai bahan dengan waktu dan cara pembuatannya yg sangat mengikuti prosesi ritual. Biasanya menggunakan ayam, lalu bahan dibawa ke tempat yang dianggap keramat (sombaon, sinumbah).
Dibutuhkan waktu berminggu-minggu untuk membuat ramuan Pagar ini. Ramuan ditumbuk halus seperti pasta atau bubuk yg disimpan dalam Naga Morsarang (tanduk kerbau yg berukir).
“Pagar hami so hona begu so hona aji ni halak”, ini contoh tabas (mantra) yang digunakan.
Penggunaan penolak bala ini, biasanya diberikan pada pasien perorangan ataupun kolektif, seperti; Pagar Panganon (Ilmu tolak bala berupa makanan yg wajib dimakan pasien), Pagar Sihuntion (dijunjung atau digantung oleh perempuan hamil), Pagar ni halang ulu modom ( Digantung didekat tempat tidur org yg sakit), Pagar Sada bagas (Tolak bala sekeluarga), Pagar Sada huta (Ruwatan Kampung).
AZIMAT,
Dulu Orang Batak akan lebih ‘pede’ jika pakai jimat. Kontribusi Aceh, Melayu Sumatera Timur dan Minangkabau sangat besar terhadap keberadaan jimat bagi Orang Batak. Simbora adalah azimat asli Batak yang terbuat dari timah hitam.
Selain itu, kita temukan juga azimat dari gigi binatang; seperti harimau, beruang. Ada juga jimat agar tidak mempan peluru yg biasa terbuat dari tulang kerbau yg dirajahi; azimat ini disebut Sarang Bodil atau Sarang Tima.
SONGON/POHUNG/PILUK-PILUK,
Adalah sejenis patung (gana-gana) yang diletakkan di ladang untuk melindungi dari pencuri.
“Surung ma ho Batara Pangulubalang ni pohungku, ama ni pungpung jari-jari, ina ni pungpung jari-jari, Batara si pungpung jari. Surung pamungpung ma jari-jari ni sitangko sinuanku onon, surung bunu”, ini adalah mantra (tabas) Pohung agar pencuri menjadi lumpuh jari-jarinya, bahkan mati.

Tukkot Tunggal Panaluan & Pinggan yg biasa dipergunakan leluhur Batak untuk wadah makanan adat atau kepentingan hadatuon; memang bayak yg sudah beralih tangan ke pihak luar. bukan itu saja, pustaha laklak jg banyak beralih tangan kepemilikannya.
Ada cara supranatural batak untuk mengembalikan harta leluhur.
Orang Batak sangat menghormati para leluhur; makanya dalam sejarah2 batak, sering terjadi pengkaburan, akibat orang batak tidak ingin ada sebuah fase yang dianggap jelek yg berhubungan dengan leluhurnya.
Adong pardomuan ni halak na mangolu dohot angka na mate (Ada interaksi antara yg hidup dgn yg sudah wafat). Orang Batak menganggap bahwa, interaksi ini memiliki pengaruh yag besar baik bagi manusia yang hidup, maupun bagi roh-roh orang mati.
Pada masyarakat Batak (Toba) dikenal 8 tingkat kematian. Dari yang terendah:
Pertama, Mate Tarposo (Mati dalam kandungan atau saat masih bayi).
Kedua, Mate Poso (Mati kanak-kanak dan sebelum kimpoi).
Ketiga, Mate Pupur (Mati tua tanpa pernah kimpoi).
Keempat, Mate Punu (Mati sesudah kimpoi, tidak punya anak).
Kelima, Mate Mangkar (Mati setelah ada anak yang kimpoi, tetapi belum punya cucu). Keenam, Mate Sarimatua (Mati sudah punya cucu, tetapi masih ada anaknya yang belum kimpoi).
Ketujuh, Mate Saurmatua (Mati setelah semua anak kimpoi dan mempunyai cucu).
Kedelapan, Mate Mauli Bulung (Mati setelah cucunya sudah punya cucu lagi dan status sosialnya baik serta tak ada seorang pun dari keturunannya meninggal mendahuluinya). Mulai dari Mate Tarposo hingga Mate Punu dapat dikatakan tidak dilakukan acara adat yang berarti, karena hal itu dianggap belum lengkap kehidupan seseorang. Acara adat dilakukan dan akan semakin besar serta memakan waktu lama dimulai dari jenis Mate Mangkar hingga kepada Mate Mauli Bulung.
penghormatan terhadap seorang leluhur yang berada di alam baka dapat kita lihat melalui bentuk kuburan yang ada. Bagi orang Batak (Toba), kuburan terdiri dari tiga jenis yaitu
1. Kuburan umum tempat pemakaman satu kampung (Huta).
2. Disebut "Tambak" berupa tanah yang ditinggikan di atas kuburan seorang yang mati dalam peringkat Sarimatua/Saurmatua. Tanah yang ditinggikan tersebut terdapat rumput manis, diletakkan secara terbalik, bertingkat tiga, lima, tujuh. Di atas tanah yang ditinggikan itu ditanam pohon Hariara/Beringin atau Bintatar sebagai pertanda. Dengan berbagai variasi yang berkembang kemudian, Tambak digunakan sebagai pusara bagi keluarga atau marga dan biasanya dibangun di kampung asal (Bona Pasogit).
3. Tugu sebagai monumen, pembangunannya berkembang secara besar-besaran setelah Tugu Raja Sisingamangaraja XII dibuat. Tugu biasanya dibangun untuk persatuan marga di bona pasogit (kampung asal) dan di dalamnya terdapat tulang belulang leluhur dengan ritual Mangokkal Holi atau menggali dan memindahkan tulang belulang.

Rumpun B A T A K

Diposting oleh Blogger di 14.05 0 komentar

Di Provinsi Sumatera Utara ada beberapa etnis asli, yaitu Melayu, Batak Toba, Mandailing, Simalungun, Karo, Pakpak-Dairi, Melayu Pesisir Barat, Siladang dan Nias.
Batak adalah rumpun bangsa yang sering disebut untuk menamakan Batak Toba, Mandailing-Angkola, Simalungun, Karo ataupun Pakpak-Dairi. Walau sebenarnya Cuma orang Batak Toba (termasuk Habinsaran, Silindung, Humbang, Uluan, dan Samosir), saja yang amat berkenan disebut Batak.
Dulu, penulis asing memakai sebutan Batak untuk pemaknaan suku-suku terpencil dipedalaman- pagans; bahkan Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) oleh W.J.S. Poerwadarminta, memberi batasan dengan makna perompak – perampok.
Dibanyak referensi yang ditulis oleh penulis dari kalangan Batak Toba, Wilayah Batak Toba (termasuk Habinsaran, Silindung, Humbang, Uluan, dan Samosir) lah sebagai muasal dari Mandailing - Angkola, Simalungun, Karo dan Pakpak-Dairi, serta marga-marga dari suku-suku ini selalu dikait-kaitkan ke Batak Toba; sehingga seolah-olah Batak Toba sebagai induk suku, dan yang lainnya sebagai sub-suku.
Hal ini tidak bisa diterima dari suku-suku Mandailing-Angkola, Simalungun, Karo ataupun Pakpak-Dairi.
Mandailing – Angkola sangat tidak berkenan disebut Batak. Mereka berkeyakinan mempunyai latarbelakang sejarah dan peradaban seta peradatan yang berbeda dengan Batak Toba. Z Pangaduan Lubis, seorang budayawan dan sejarahwan Mandailing, berupaya membuktikan bahwa mandailing tidak punya keterkaitan suku dengan Batak Toba, beliau mengggali bukti sejarah selama bertahun-tahun. Begitu juga bagi Karo dan Pakpak.
Jika Batak Toba dan Mandailing-Angkola menyebut kain adatnya dengan istilah Ulos, Suku Simalungun menyebut kain adatnya dengan sebutan Hiou, Uis bagi Suku Karo dan Oles untuk Pakpak. Kata alu aluan atau Salam Horas juga Cuma dipergunakan untuk Batak Toba, Mandailing-Angkola dan Simalungun. Suku Karo memakai salam Mejuah-juah, Pakpak-dairi dengan Njuah-juah. Suku melayu Pesisir Barat memakai salam Oi Lamat dan Melayu di pesisir timur memakai kata alu-aluan atau salam Ahoi.
Setiap Suku-suku dari rumpun Batak ini mempunyai bahasa dan aksara masing-masing. Uli Kozok, peneliti jerman, membagi dlm rumpun selatan (Angkola-Mandailing & Toba), Rumpun utara (Karo & Pakpak-Dairi) serta Simalungun yang terpisah dari rumpun keduanya. Adelaar, ahli bahasa, menyiratkan bahwa Bahasa Simalungun adalah yang paling tua, dengan mempertimbangkan secara histories bahasa Simalungun merupakan cabang dari rumpun selatan yang berpisah dari Batak Selatan sebelum bahasa Toba dan Angkola-Mandailing terbentuk.

Selasa, 14 Juli 2009

10 Makhluk Ghaib Paling Terkenal Di Barat

Diposting oleh Blogger di 08.33 0 komentar

Berikut adalah Makhluk-Makhluk gaib yang paling terkenal dan sering dibicarakan oleh orang-orang yang tinggal di dunia barat.
Mohon maaf kalo udah pernah, didelete aja ya om moderator.
1. Goblins

Mahluk ini banyak di kenal di berbagai dongeng, mahluk kecil dan berbulu
ini seringkali lebih tampak nakal daripada menyeramkan. Berbagai legenda megatakan bahwa goblin bersembunyi di hutan, melakukan berbagai kenakalan dan terkadang menggantikan bayi manusia dengan anak mereka.
2. Demon

Salah satu cara paling gampang buat menyebut "roh jahat". Secara umum demon digambarkan sebagai naga kecil yang bisa terbang, dengan kepala yang bisa berputar-putar.
3. Gargoyles

Mahluk ini terkenal berada sebagai salah satu elemen arsitek yang mengerikan dengan fungsi sebagai tempat mengalirkan air hujan sehingga tidak mengganggu bangunan. Secara spiritual, gargoyle digunakan untuk melindungi jemaat gereja dari kekuatan jahat.
4. Zombies

Zombie adalah mahluk yang dihidupkan kembali dari kematian dengan menggunakan sihir gelap (nekromansi) atau mereka yang roh-nya dihisap dari tubuhnya). Seorang ahli ethno botani di Haiti menemukan salah satu obat yang bisa digunakan sehingga membuat orang berada dalma kondisi zombie.
5. Werewolves

Biasanya mahluk ini akan tampil normal dan baik-baik saja sampai tiba malam purnama. Mereka adalah manusia yang dikutuk untuk berubah wujud menjadi serigala
6. Jack-of-Lanterns

Dibuat dari labu yang diukir menakutkan dan dinyalakan dari dalam. Merupakan taradisi bangsa Celtic dan ditujukan untuk mengusir roh jahat yang berkeliaran di jalanan pada 31 Oktober.
7. Bats

Hewan buta ini ditakuti karena salah satu spesies yang ada memang harus bertahan hidup dengan menggunakan darah mahluk lain, dan terkadang sampai menyerang manusia meggunakan giginya yang tajam.
8. Witches

Di masa lalu para Witch dianggap memiliki kekuatan magis yang dihubungkan dengan dunia alami. Seperti semua agama kuno, mereka dianggap sebagai iblis dan sering harus menderita penyiksaan pada masa awal Gereja di abad pertengahan
9. Ghosts

Dari segi ilmiah, hantu adalah energi yang tertinggal di dunia dan tidak bisa dihancurkan sama sekali. Secara garis besar ada 50% dari masyarakat yang percaya akan adanya hantu
10. Vampires

Mereka akan menghisap darah anda, dan hidup 'cukup' lama. Mahluk
bertaring ini muncul hampir di semua cerita seram di seluruh dunia.